Jumat, 16 Januari 2015

Liburan Oh Liburan


Masa liburan kadang membawa suka dan duka. Ada yang suka. Ada pula yang berduka. Bagi yang suka, liburan adalah saat yang menyenangkan. Liburan adalah saatnya berlibur. Saatnya bertemu dengan keluarga, bertemu sanak famili, dan saat bertemu dengan teman sejawat. Liburan adalah saatnya berekreasi, mengunjungi tempat-tempat wisata, atau mengerjakan hal-hal yang menyenangkan lainnya. Lalu, bagaimana dengan orang menganggap liburan sebagai duka?
Bagi orang yang tak dapat berlibur, sebab rumah jauh atau ada perihal lain, liburan adalah masa-masa yang tidak menyenangkan. Liburan adalah saat-saat yang membosankan sebab tak ada kegiatan. Terlebih bagi mahasiswa yang kuliah di perantauan. Sudahlah tak dapat berlibur, kerjaan pun tak ada. Sekedar maota saja bahkan tak bisa. Bagaimana akan maota jika lawan ota tak ada. Kadang, liburan membuat orang sadar bahwa masa kuliah itu masa yang menyenangkan—setidaknya tidak membosankan.
Mengunjungi tempat-tempat wisata? Mustahil. Uang tak ada. Meski pun ada yang berbaik hati menyumbang, lagi-lagi, tak bisa. Kawan tak ada. Macam mana nak berlibur seorang diri, seperti ayam kehilangan induk. Kemari meraba-raba, tanpa arah dan tujuan.
Bagi yang bisa pulang, liburan kadang juga menjadi duka. Bolehlah senang seminggu, melepas rindu kepada keluarga. Sehabis itu? Bosan pula. Syukur-syukur ada pekerjaan yang bisa dilakukan, setidaknya membantu orang tua. Kalau tidak? Bosan lagi. Tak ada kawan. Sebab banyak kawan yang sedang berjuang menuntut ilmu di rantau orang. Atau ada pula yang sedang banting tulang mencari nafkah di kampung seberang.
Kadang, karena sudah terlalu lama di rantau orang, saat pulang kita merasa seperti orang asing. Padahal kita ada di kampung sendiri. Butuh waktu yang lama untuk beradaptasi. Setidaknya 30 hari.
Membunuh bosan
            Satu-satunya cara agar tidak bosan saat liburan adalah dengan ‘membunuh’ bosan. Dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat dan menyenangkan bosan dapat terbunuh dengan sendirinya. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah menghabiskan waktu dengan menulis. Syukur-syukur tulisannya bagus, dapat terbit di media massa—lumayan, dapat honor. Kalau tidak terbit? Ya sudah, setidaknya jadikan latihan menulis. Kan tidak ada salahnya latihan. Lagi pula, sebenarnya kalau untuk jadi penulis tidak butuh bakat. Yang dibutuhkan hanya latihan, latihan, dan latihan.
            Jika tidak suka menulis? Mungkin bisa membaca. Hitung-hitung untuk menambah wawasan. Menambah pengetahuan. Syukur-syukur nanti iri dengan orang yang membuat bacaan, bisa jadi motivasi untuk menulis deh.
            Kalau tidak suka menulis dan membaca bagaimana? Mungkin bisa cari alternatif lain. Mungkin olah raga. Membakar lemak dan kalori membuat tubuh sehat dan fit. Tapi saya sarankan, jangan pilih sepakbola. Lho, kenapa? Tidak ada kawan. Nanti bosan. Hahaha. :D :D
            Banyak hal bermanfaat yang dapat dilakukan saat liburan. Terserah mau pilih yang mana. Yang jelas tidak membuat bosan dan yang penting menyenangkan. Sebab, liburan adalah waktunya untuk ‘bersenang-senang’. Saat untuk mengistirahatkan otak dan menyegarkan pikiran.
Selamat liburan.


 Padang, 7 Januari 2015
Yola Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar