Rabu, 02 September 2015

Kapan Anda Wisuda?

Ilustrasi: http://bahasa.aquila-style.com/

Pertanyaan pada judul di atas kadang menjadi sangat sensitif bagi mahasiswa tertentu. Percakapan yang hangat dan bersahabat, seketika buyar saat pertanyaan itu terlontar. Memang, banyak yang mengimpikan bisa diwisuda secepatnya, selain hemat biaya, juga bisa dicap sebagai mahasiswa luar biasa karena dapat lulus lebih cepat dari yang lainnya. Namun, tak sedikit pula yang memilih untuk terlebih dahulu berkarya selama menjadi mahasiswa.
Di samping itu, ada pula sebuah pertanyaan yang sering terlontar tentang wisuda. Isinya sebuah pilihan. Wisuda tepat waktu atau wisuda di waktu yang tepat? Saya rasa, akan berbagai jawaban yang didapatkan tentang pertanyaan itu. Lalu, apa maknanya? Mari kita kaji.
Wisuda tepat waktu berarti wisuda sesuai jangka waktu rata-rata. Biasanya tiga setengah sampai empat tahun. Wisuda tepat waktu, tidak memperhatikan apakah bekal yang dimiliki mahasiswa yang bersangkutan sudah cukup atau belum, yang penting wisuda sesuai tuntunan kurikulum. Yang wisuda lebih dari empat tahun atau delapan semester berarti tidak tepat waktu. Mahasiswa seperti itu sering dianggap sebagai mahasiswa yang tersingkir dari ketatnya kehidupan perkuliahan. Atau, dianggap pula sebagai mahasiswa yang tidak serius dan cuma menghabiskan uang orang tua.
Di sisi sebaliknya, ada yang namanya wisuda di waktu yang tepat. Artinya seseorang diwisuda di saat yang tepat. Jangka waktunya terserah, mau tiga setengah tahun atau tujuh tahun. Terserah, yang penting wisuda. Wisuda di saat yang tepat berarti bahwa mahasiswa yang bersangkut memilih, apakah ia sudah layak diwisuda atau tidak. Jika ilmu yang didapatnya di sebuah perguruan tinggi dirasa sudah cukup maka dia akan wisuda. Jika dirasa belum dia akan menunda wisudanya. Ilmu di sini tidak terbatas pada ilmu yang didapat saat kuliah. Tetapi juga termasuk ilmu yang didapat saat berkegiatan di luar jam kuliah. Seperti berorganisasi, berwirausaha, melakukan penelitian, pengabdian masyarakat, dan lainnya.
Dari segi hasil, terkadang, ada yang wisuda tepat waktu, namun bekalnya kurang cukup untuk menghadapi dunia kerja. Sehingga, tak sedikit orang yang wisuda tiga setengah tahun—menurut pengamatan saya—yang terlunta-lunta tidak dapat kerja. Mereka sepertinya belum siap dan belum cukup pengalaman dalam menghadapi tantangan hidup. Namun, sebaliknya, ada pula mahasiswa yang wisudanya lima tahun atau bahkan tujuh tahun, bernasib lebih baik dari yang wisuda tepat waktu. Setelah wisuda mereka langsung dicari pekerjaan, kadang tanpa harus melamar. Begitulah wisuda di waktu yang tepat.
Terserah mau kuliah berapa tahun dan diwisuda kapan. Mau tiga setengah tahun, empat tahun, lima tahun, atau bahkan tujuh tahun, terserah. Yang jelas, wisudalah di saat yang tepat. Jika ilmu yang didapat dirasa sudah cukup, wisudalah. Jika belum, tundalah sampai bekal itu cukup.
Kuliah merupakan tempat untuk mengembangkan diri. Belajar tentang kehidupan dan dunia kerja. Saat kuliah, reguklah ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Hal-hal yang nanti akan menjadi bekal untuk hidup selepas kuliah. Ibarat pendaki gunung, ia harus membawa bekal makanan dan minuman sebanyak kebutuhannya. Kalau kurang, pendaki itu tentunya terlunta-lunta di atas gunung, padahal tujuan masih jauh. Begitu pula kehidupan. (*)
Yola Sastra
Dimuat dalam Surat Kabar Singgalang Minggu
30 Agustus 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar