Ilustrasi: http://bahasa.aquila-style.com/
Di samping itu, ada pula sebuah
pertanyaan yang sering terlontar tentang wisuda. Isinya sebuah pilihan. Wisuda tepat waktu atau wisuda di waktu yang
tepat? Saya rasa, akan berbagai jawaban yang didapatkan tentang pertanyaan
itu. Lalu, apa maknanya? Mari kita kaji.
Wisuda tepat waktu berarti wisuda
sesuai jangka waktu rata-rata. Biasanya tiga setengah sampai empat tahun. Wisuda
tepat waktu, tidak memperhatikan apakah bekal yang dimiliki mahasiswa yang
bersangkutan sudah cukup atau belum, yang penting wisuda sesuai tuntunan
kurikulum. Yang wisuda lebih dari empat tahun atau delapan semester berarti
tidak tepat waktu. Mahasiswa seperti itu sering dianggap sebagai mahasiswa yang
tersingkir dari ketatnya kehidupan perkuliahan. Atau, dianggap pula sebagai
mahasiswa yang tidak serius dan cuma menghabiskan uang orang tua.
Di sisi sebaliknya, ada yang
namanya wisuda di waktu yang tepat. Artinya seseorang diwisuda di saat yang
tepat. Jangka waktunya terserah, mau tiga setengah tahun atau tujuh tahun.
Terserah, yang penting wisuda. Wisuda di saat yang tepat berarti bahwa
mahasiswa yang bersangkut memilih, apakah ia sudah layak diwisuda atau tidak.
Jika ilmu yang didapatnya di sebuah perguruan tinggi dirasa sudah cukup maka
dia akan wisuda. Jika dirasa belum dia akan menunda wisudanya. Ilmu di sini
tidak terbatas pada ilmu yang didapat saat kuliah. Tetapi juga termasuk ilmu
yang didapat saat berkegiatan di luar jam kuliah. Seperti berorganisasi,
berwirausaha, melakukan penelitian, pengabdian masyarakat, dan lainnya.
Dari segi hasil, terkadang, ada
yang wisuda tepat waktu, namun bekalnya kurang cukup untuk menghadapi dunia
kerja. Sehingga, tak sedikit orang yang wisuda tiga setengah tahun—menurut
pengamatan saya—yang terlunta-lunta tidak dapat kerja. Mereka sepertinya belum
siap dan belum cukup pengalaman dalam menghadapi tantangan hidup. Namun, sebaliknya,
ada pula mahasiswa yang wisudanya lima tahun atau bahkan tujuh tahun, bernasib
lebih baik dari yang wisuda tepat waktu. Setelah wisuda mereka langsung dicari
pekerjaan, kadang tanpa harus melamar. Begitulah wisuda di waktu yang tepat.
Terserah mau kuliah berapa tahun
dan diwisuda kapan. Mau tiga setengah tahun, empat tahun, lima tahun, atau
bahkan tujuh tahun, terserah. Yang jelas, wisudalah di saat yang tepat. Jika
ilmu yang didapat dirasa sudah cukup, wisudalah. Jika belum, tundalah sampai bekal
itu cukup.
Kuliah merupakan tempat untuk
mengembangkan diri. Belajar tentang kehidupan dan dunia kerja. Saat kuliah, reguklah
ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Hal-hal yang nanti akan menjadi bekal
untuk hidup selepas kuliah. Ibarat pendaki gunung, ia harus membawa bekal
makanan dan minuman sebanyak kebutuhannya. Kalau kurang, pendaki itu tentunya
terlunta-lunta di atas gunung, padahal tujuan masih jauh. Begitu pula
kehidupan. (*)
Yola Sastra
Dimuat dalam Surat Kabar Singgalang
Minggu,
30 Agustus 2015
30 Agustus 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar